PALEMBANG - Perseteruan dua suporter Sriwijaya FC Simanis versus Singa Mania memang sempat memanas. Bahkan sempat terjadi pertumpahan darah di luar stadion saat Sriwijaya FC menjadi tuan rumah Piala Indonesia V grup A tanggal 14 April lalu.
Agar hal ini tidak lagi terjadi, manajemen Sriwijaya FC langsung mengambil tindakan dengan mempertemukan dua pimpinan yakni Singa Mania pimpinan Dedi Pranata alias Frans dan Simanis pimpinan Qusoi di sekretariat Sriwijaya FC kompleks Palembang Square, Kamis (22/4). Manajemen ingin kedua suporter yang berseteru itu menyatukan visi mereka.
Demikian diungkapkan Manajer SFC Hendri Zainudin, Jumat (23/4) siang. Menurut dia suporter Sriwijaya FC baik Singa Mania, Simanis dan kelompok suporter lainnya harus menyatukan visi dengan terus mendukung perjuangan Sriwijaya FC bukan memperbanyak masalah yang tidak perlu.
"Selain itu menghilangkan segala bentuk intimidasi karena ini menyangkut citra Sriwijaya FC di pentas sepak bola nasional. Jika banyak keributan maka sulit bagi Sriwijaya untuk menjadi tuan rumah baik di pentas nasional maupun internasional. Itu sangat merugikan tim Sriwijaya dan masyarakat Sumsel,” ujar Hendri Zainuddin.
Permintaan ini direspon positif oleh kedua kubu dan berjanji untuk menghilangkan segala bentuk kerusuhan antar suporter. “Kami bisa jamin kedepan tidak ada lagi keributan asal semua suporter mau menghargai satu sama lainnya. Kami juga akan memberikan intruksi ini dari tingkat korlap hingga di tingkat bawah yang jelas kami satu komando,” ujar Qusoi presiden suporter Simanis.
Begitu juga dengan Frans ketua Singa Mania tidak mau ribut lagi dan tidak ada konflik lagi. “Pada dasarnya siapa sih yang mau ribut. Itu semua terjadi diluar kontrol dan kami benar-benar tidak ingin membuat masalah dan hidup damai saat mendukung Sriwijaya FC di dalam dan luar lapangan,” timpal Frans.
Pada pertemuan itu Hendri Zainuddin juga menegaskan agar tidak ada lagi lagu-lagu dan aksi berbeda dari masing-masing suporter. Pertama setiap kubu suporter harus menyanyikan lagu perdamaian dan saling dukung tanpa ada teriakan ejekan. Kedua usai pertandingan setiap ketua suporter baik Simanis, Singa Mania, dan Sriwijaya Sumsel Mania melakukan selebrasi bersama sambil keliling lapangan.Ketiga Simanis diharapkan pulang duluan sedangkan Singa Mania pulang terakhir untuk menghindari konflik usai pertandingan.
“Saya harap kesepakatan awal ini dipatuhi dan jangan ada lagi masalah. Karena kami dari menejemen ingin suporter Sriwijaya menyatukan visi sebelum menglangkah ke tahap yang lebih jauh lagi yakni sesuai dengan rencana awal akan mengumpulkan suporter Sriwijaya pada pertemuan akbar di Griya Agung nanti,” tandas anggota DPRD Sumsel ini.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar